Jumat, 15 Juni 2012

Potensi Ikan Layang di Maluku


PELUANG PEMANFAATAN
IKAN LAYANG
(Decapterus spp)
Provinsi Maluku



A.    Letak dan Luas Provinsi Maluku
Provinsi Maluku yang dikenal sebagai provinsi Kepulauan, secara geografis terletak antara 30 – 80 Lintang Selatan dan 1200.45’’ – 1350 Bujur Timur dengan luas wilayah 712.479,69 km2 terdiri dari 658.294,69 km2 lautan (92,4%) dan 54.185 km2 daratan (7,6%). Luas lautan yang besar ini meliputi beberapa laut yang potensial seperti laut Seram, laut Banda, laut Maluku, dan laut Arafura yang dapat dijadikan sebagai modal dasar pembangunan daerah sekaligus menjadi sumber utama kesejahteraan masyarakat Maluku.

B.     Potensi Sumberdaya Perikanan
Berdasarkan hasil Kajian stock tahun 2004 oleh Pusat Riset Perikanan Tangkap BRKP DKP dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi LIPI pada 3WPP di Maluku yaitu Laut Banda, Laut Arafura, Laut Seram dan sekitarnya maka potensi sumberdaya ikan di provinsi Maluku adalah sebesar : 1.640.160 ton/tahun yang terdir dari :
§  Ikan Pelagis Besar (261.490 ton/tahu)
§  Ikan Pelagis Kecil (980.100 ton/tahun)
§  Ikan Demersal (295.500 ton/tahun)
§  Ikan Karang (47.700 ton/tahun)
§  Udang (44.000 ton/tahun)
§  Lobster (800 ton/tahun)
§  Cumi (10.570 ton/tahun)

1.                   Jenis-Jenis Ikan Layang (Decapterus spp)
Ikan Layang (Decapterus spp) termasuk dalam golongan ikan pelagis yang juga merupakan salah satu potensi perikanan Maluku. Ikan Layang di Ambon dikenal dengan nama ikan Momar termasuk dalam suku Carangidae, sangat diminati karena selain dikomsumsi masyarakat,  ikan Layang/Momar ini juga merupakan ikan umpan untuk penangkapan ikan hiu, juga sebagai pakan rucah untuk kegiatan budidaya.
Jenis-jenis ikan layang (Decapterus spp) atau ikan momar adalah sebagai berikut :
1.    Decapterus kuroides (Ikan Layang Ekor Merah)
2.    Decapterus russeli (ikan layang biasa)
3.    Decapterus lajang
4.    Decapterus macrosoma (layang deles)
5.    Decapterus maruadsi (Ikan Layang Biru)

2.                   Ciri – Ciri Ikan Layang (Decapterus spp) atau Ikan Momar :
Ikan layang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.      Berukuran sekitar 15 – 25 cm.
2.      Terdapat sirip kecil (finlet) di belakang punggung dan sirip dubur
3.      Terdapat sisik berlingir yang tebal (lateral scute) pada belakang garis sisi (lateral line)

3.                   Daerah Penyebaran
Umumnya ikan Layang (Decapterus spp) ini menyebar hampir di semua perairan pantai di 7 kabupaten yaitu : Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Buru dan Kota Ambon

Produksi dan Nilai Produksi
Ikan Layang
TAHUN
PRODUKSI (TON)
NILAI Rp. (000)
2001
2002
2003
2004
2005
2006
4.151,7
6.828,7
8.914,4
15.518,6
19.098,6
35.127,5
6.415,392
19.650,150
26.306,030
45.364,820
63.343.050
109.004,857

Perkembangan produksi ikan layang dari tahun 2001 – 2006 mengalami peningkatan yaitu dari nilai Rp. 6.415,392 pada tahun 2001 naik menjadi Rp.109.004,857 dari nilai produksi 35.127,5 ini memberikan gambaran bagi kita bahwa ada peningkatan produksi yang baik sehingga peluangnya sangat besar untuk pemanfaatan potensi ikan layang ini.

4.                   Tingkat Pemanfaatan
Tingkat pemanfaatan potensi perikanan ikan pelagis yang didalamnya terdapat ikan layang (Decapterus spp)/ikan momar sesuai data statistik masih rendah yaitu (3,85%) ini memberikan peluang untuk mengeksploitasi potensi yang ada dengan didukung oleh faktor pendukung antara lain : Peningkatan RTP, Armada penangkapan, unit penangkapan dan lain-lain guna merespon peluang yang ada dengan meningkatkan sarana pendukung seperti penambahan alat tangkap purse seine untuk menangkap ikan layang. Di sisi lain ikan layang inin sangat besar propesknya untuk dijadikan ikan umpan untuk menangkap ikan yang besar. Di beberapa negara ikan umpan sulit diperoleh dengan demikian stok ikan umpan yang masih banyak di provinsi Maluku ini adalah peluang bisnis yang menjanjikan bagi para investor.

5.                   Alat Tangkap
Alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikanlayang adalah :
o   PURSE SEINE   dan PAYANG
Nama Indonesia : Pukat Cincin
Nama Internasional : Purse seine
Kategori Alat Tangkap : Pukat Cincin
Deskripsi :
Pukat Cincin (Purse Seine) adalah jaring yang umumnya berbentuk empat persegi panjang tanpa kantong dengan banyak cincin di bagian bawahnya dan digunakan untuk menangkap gerombolan ikan permukaan (ikan layang). Cara operasinya adalah dengan melingkarkan jaring ini mengurung gerombolan ikan. Setelah ikan terkurung bagian bawah jaring ditutup dengan menarik tali yang dilewatkan pada cincin-cincin di bagian bawah jaring.
Operasi penangkapan dapat dilakukan pada siang hari dengan menggunakan rumpon atau pada malam hari dengan menggunakan alat bantu berupa cahaya lampu.

Payang adalah jenis pukat kantong yang terbukanya mulut jaring tanpa adanya papan rentang atau tanpa rentangan bingka, dan pemberat dipasang pada sisi bawah mulut jaring bukan pemberat rantai payang ternasuk lampara.
Pengoperasiannya dengan cara melingkari gerombolan ikan yang berkumpul disekitar rumpon (penangkapan siang hari) maupun lampu (penangkapan pada malam hari) kemudian menarik payang melalui kedua utas tali selambar yang diikatkan pada setiap ujung bagian sayang, kearah kapal yang sedang berhenti atau berlabuh jangkar, kemudian payang ditarik.

Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar